Menjelang penutupan tahun buku 2027, lembaga keuangan dan koperasi simpan pinjam di seluruh Indonesia sedang sibuk mengevaluasi performa portofolio kredit mereka. Berapa rasio kredit bermasalah (NPL)? Seberapa efektif strategi penagihan yang diterapkan? Segmen debitur mana yang paling menguntungkan? Pertanyaan-pertanyaan krusial ini kini bisa dijawab dengan cepat dan akurat berkat Kapital Credit, platform manajemen kredit berbasis AI dari Holixora.
Kapital Credit mengintegrasikan seluruh siklus hidup kredit — dari pengajuan, penilaian risiko, pencairan, pemantauan, hingga penagihan — dalam satu platform terpadu. Mesin credit scoring milik Kapital Credit menganalisis lebih dari 200 variabel untuk setiap calon debitur, menghasilkan keputusan kredit yang jauh lebih akurat dibandingkan model scoring konvensional. Hasilnya, lembaga-lembaga yang menggunakan Kapital Credit sepanjang 2027 mencatat penurunan NPL rata-rata sebesar 31% dibandingkan tahun sebelumnya.
Fitur pemantauan portofolio real-time Kapital Credit memberikan visibilitas penuh kepada manajemen tentang kondisi setiap pinjaman yang aktif. Sistem secara proaktif mengirimkan peringatan dini ketika ada tanda-tanda debitur mulai mengalami kesulitan pembayaran, memungkinkan tim remedial untuk bergerak cepat sebelum kredit benar-benar bermasalah. Pendekatan berbasis data ini terbukti lebih efektif daripada menunggu tunggakan terjadi.
Menyambut 2028, Kapital Credit akan meluncurkan fitur open banking yang memungkinkan integrasi data transaksi perbankan debitur secara konsensual untuk scoring yang lebih akurat, serta modul manajemen agunan digital yang menyederhanakan proses penilaian dan pemantauan jaminan. Bagi institusi keuangan yang ingin memasuki tahun baru dengan posisi yang lebih kuat, Kapital Credit adalah mitra strategis yang tepat.