Skip to main content
HolixoraHOLIXORA
← Back to Blog

Business Software

Proyeksi Arus Kas dengan Cakra: Antisipasi Krisis Likuiditas Sebelum Terjadi

Holixora Team2025-10-093 min read

Banyak bisnis yang secara akuntansi menguntungkan tapi tetap bangkrut. Paradoks ini disebabkan oleh satu hal: krisis arus kas. Profit ada di laporan laba rugi, tapi kas tidak ada di rekening ketika tagihan jatuh tempo. Ini bukan masalah yang tiba-tiba — biasanya ada tanda-tandanya beberapa minggu sebelumnya. Masalahnya, tidak banyak bisnis yang punya alat untuk membaca tanda-tanda itu dengan cukup awal.

Cakra menyediakan fitur proyeksi arus kas yang mengubah data akuntansi historis menjadi gambaran ke depan yang bisa ditindaklanjuti.

Perbedaan Profit dan Arus Kas

Sebelum membahas fitur Cakra, penting untuk memahami mengapa proyeksi arus kas berbeda dari laporan laba rugi biasa.

Bisnis bisa mencatat penjualan Rp 100 juta bulan ini, tapi jika pembayaran dari pelanggan baru masuk 60 hari kemudian, kas bulan ini tetap kosong. Sementara gaji karyawan, sewa tempat, dan pembayaran ke supplier harus dibayar sekarang. Situasi seperti ini sangat umum di bisnis B2B atau yang menggunakan sistem kredit ke pelanggan.

Proyeksi arus kas memetakan kapan uang benar-benar masuk dan kapan benar-benar keluar, bukan kapan transaksi dicatat secara akuntansi.

Bagaimana Cakra Membangun Proyeksi

Cakra menggunakan tiga sumber data untuk membangun proyeksi arus kas:

Data historis transaksi — Cakra menganalisis pola penerimaan dan pengeluaran dari bulan-bulan sebelumnya. Kapan biasanya gaji dibayar, kapan tagihan listrik dan sewa jatuh tempo, dan bagaimana pola penjualan berfluktuasi per bulan.

Piutang dan hutang yang sudah dicatat — faktur yang belum dibayar pelanggan (piutang) dan tagihan dari supplier yang belum dilunasi (hutang) dimasukkan ke proyeksi sesuai tanggal jatuh tempo masing-masing. Ini memberikan gambaran lebih akurat daripada hanya berdasarkan rata-rata historis.

Proyeksi yang bisa disesuaikan manual — untuk pengeluaran besar yang sudah direncanakan — seperti pembelian peralatan, renovasi, atau pembayaran pajak — pengguna bisa memasukkan secara manual ke proyeksi. Cakra kemudian menghitung dampaknya terhadap saldo kas.

Visualisasi yang Mudah Dibaca

Proyeksi arus kas di Cakra ditampilkan dalam grafik garis 30, 60, atau 90 hari ke depan yang menunjukkan estimasi saldo kas setiap harinya. Zona merah menandakan periode ketika saldo kas diproyeksikan turun di bawah batas minimum yang ditetapkan.

Dengan visualisasi ini, pemilik bisnis bisa melihat dengan jelas: "Jika tidak ada tindakan, tiga minggu dari sekarang kas akan minus Rp 50 juta." Ini memberi waktu untuk mengambil langkah antisipasi seperti menagih piutang lebih agresif, menunda pembelian yang tidak mendesak, atau menyiapkan fasilitas kredit.

Skenario What-If

Cakra memungkinkan simulasi skenario: "Apa yang terjadi dengan arus kas jika penjualan bulan depan turun 20%?" atau "Berapa dampaknya jika saya memundurkan pembayaran supplier 30 hari?" Simulasi ini membantu manajemen membuat keputusan yang lebih terhitung, bukan reaktif saat krisis sudah terjadi.

Proyeksi arus kas bukan ilmu pasti, tapi bisnis yang punya gambaran ke depan — bahkan gambaran kasar sekalipun — selalu dalam posisi yang lebih baik daripada yang hanya melihat ke belakang.