Proses penggajian di banyak perusahaan Indonesia masih melewati tahap yang tidak efisien: data absensi dari mesin fingerprint diunduh, direkap di Excel, dihitung lembur manual, lalu dipindahkan ke sistem payroll. Setiap perpindahan data adalah peluang untuk kesalahan, dan setiap rekap manual adalah waktu yang seharusnya bisa dihemat.
Arjuna menghilangkan rantai proses ini dengan mengintegrasikan absensi digital langsung ke modul HRD dan payroll dalam satu sistem.
Cara Integrasi Absensi di Arjuna
Arjuna mendukung beberapa metode pencatatan kehadiran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan infrastruktur perusahaan:
Mesin fingerprint — Arjuna kompatibel dengan mesin absensi fingerprint dari berbagai merek populer di Indonesia. Data kehadiran yang tersimpan di mesin bisa disinkronisasi ke Arjuna secara otomatis melalui jaringan lokal atau ditransfer secara berkala.
Absensi mobile berbasis GPS — untuk karyawan lapangan atau yang bekerja dari lokasi berbeda, Arjuna menyediakan aplikasi mobile yang mencatat absensi dengan verifikasi lokasi GPS. Karyawan check-in dan check-out dari HP, dan sistem mencatat koordinat lokasi untuk memastikan mereka berada di tempat yang seharusnya.
Absensi berbasis wajah — untuk perusahaan yang membutuhkan keamanan lebih tinggi, Arjuna mendukung integrasi dengan perangkat absensi berbasis pengenalan wajah.
Dari Data Absensi ke Komponen Gaji
Keunggulan utama Arjuna adalah kemampuannya mengkonversi data absensi mentah menjadi komponen gaji secara otomatis berdasarkan aturan yang sudah dikonfigurasi:
Perhitungan lembur — Arjuna menghitung lembur berdasarkan aturan yang ditetapkan perusahaan: lembur hari kerja, lembur hari libur, dan lembur hari raya nasional, masing-masing dengan multiplier yang sesuai regulasi atau kebijakan internal.
Potongan keterlambatan dan tidak hadir — jika perusahaan menerapkan potongan untuk keterlambatan atau alpha, Arjuna menghitung potongan ini secara otomatis dan menampilkannya transparan dalam slip gaji.
Tunjangan kehadiran — banyak perusahaan memberikan tunjangan transportasi atau makan yang dikaitkan dengan kehadiran. Arjuna menghitung tunjangan ini berdasarkan jumlah hari hadir aktual setiap bulan.
Rekap Kehadiran yang Bisa Diverifikasi
Sebelum penggajian diproses, manajer HRD bisa mereview rekap kehadiran seluruh karyawan di Arjuna. Jika ada anomali — misalnya karyawan yang masuk tapi tidak ada data check-out, atau yang klaimnya hadir tapi tidak tercatat di mesin — HRD bisa melakukan koreksi dengan catatan alasan yang tersimpan di sistem.
Proses verifikasi ini jauh lebih cepat dibanding membuka mesin fingerprint satu per satu atau mencocokkan dengan buku absensi manual.
Laporan Kehadiran untuk Evaluasi Kinerja
Data absensi yang terakumulasi di Arjuna bukan hanya untuk payroll. Laporan kehadiran per karyawan selama setahun bisa menjadi salah satu input penilaian kinerja — siapa yang konsisten hadir tepat waktu, siapa yang sering izin atau sakit, dan bagaimana tren kehadiran departemen tertentu.
Dengan Arjuna, siklus dari absensi hingga gaji yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari bisa diselesaikan dalam hitungan jam — akurat, transparan, dan terdokumentasi.